Menpan: PNS Jangan Sampai Tidak Tahun IT, Jadi PNS Harus Dikursuskan 3-6 Bulan

BERITAPNS.COM--Perkembangan zaman memang tidak bisa kita pungkiri sudah berada pada era digital dengan kemajuan internet yang menyentuh semua lini kehidupan, tak luput dalam birokrasi Pemerintahan penggunaan IT sangatlah dibutuhkan untuk mempermudah pekerjaan.

Menteri PANRB sudah menegaskan bahwa ASN modern adalah tujuan utama untuk meningkatkan pelayanan publik dan penerapan e-government sudah sangat mendesak untuk diterapkan, jadi PNS harus Melek terhadap Teknologi Internet dan Komputerisasi.

Pemerintah sedang menyusun program-program pelatihan bagi seluruh pegawai negeri sipil (PNS). Program pelatihan tersebut akan difokuskan pada peningkatan kemampuan PNS di bidang teknologi informasi dalam jaringan. "Jangan sampai ada PNS yang tidak tahu soal IT karena semua sekarang berbasis IT," ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur di Jakarta, Jumat (21/10).
Saat ini, pemerintah sedang fokus mengembangkan e-government. Penerapan e-government  tidak dapat dihindari, mengingat perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi berpengaruh terhadap penyelenggaraan pemerintahan secara signifikan. Untuk itu, perlu SDM yang mendukung program pemerintah tersebut.
Menteri Asman mengatakan bahwa akan memberdayakan semua lembaga pelatihan termasuk Lembaga Administrasi Negara. Program pelatihan ini untuk seluruh PNS, karena PNS harus memiliki keahlian khusus tidak sekadar kemampuan administratif.
 “Kami tingkatkan terus kemampuannya. Mungkin ada kursus selama tiga bulan atau enam bulan secara reguler,” ujar Menteri Asman.

1 Response to "Menpan: PNS Jangan Sampai Tidak Tahun IT, Jadi PNS Harus Dikursuskan 3-6 Bulan"

  1. Sudah semestinya pemerintah punya program real untuk meningkatkan kwalitas PNS/ans. Jikapun saat ini pns/ans dianggap tidak berkwalitas , itu tidak lepas dari sistem kerja yg selama ini diterapkan/ dibiarkan, dengan kondisi serba terbatas, terbatas penghasilan/kesejahteraan terutama, yg sadar atau tidak membuat pns/ans tidak fokus pada pekerjaan pokoknya.Itulah kondisi yg sebenarnya. Yang itu artinya pns/asn kalau dianalisis adalah korban kebijakan yg tidak berpedoman pada realitas. Hanya dicekoki dengan kata-kata pengabdian,tanpa dipahami kebutuhan dasarnya.

    ReplyDelete