Pengamat Pendidikan Menilai TPG Hanya Memperkaya Guru

BERITAPNS.COM--- Pengamat Pendidikan menilai TPG Hanya Memperkaya Guru, setujukah?

Pengamat pendidikan Indra Charismiadji menjelaskan di Indonesia saat ini guru masih menjadi komunitas politik. Menurutnya pemerintah tidak akan berani mengotak-atik anggaran TPG. 
Pengamat pendidikan
’’Sekarang menjadi ramai karena ada pihak yang ngipas-ngipasi,’’ katanya. Tujuannya supaya muncul kesan pemerintah sekarang tidak pro guru.

Indra menjelaskan pencairan TPG itu nyata-nyata tidak efektif dan hanya memperkaya guru. 
Dia menjelaskan World Bank (Bank Dunia) sudah membuat kajian tentang efektivitas pencairan TPG itu.

Dan hasilnya memang pencairan TPG tidak efektif untuk mengatrol kualitas guru.
Bahkan sebaliknya dengan adanya TPG berdampak pada membengkaknya kebutuhan guru. Dia mengatakan di lapangan banyak guru yang merasa cukup mengajar 24 jam pelajaran per pekan. 
Sebab syarat minimal mendapatkan TPG adalah mengajar 24 jam pelajaran per pekan.

’’Kenapa saya capek-capek. Silahkan sekolah merekrut guru baru,’’ katanya. 
Dia berharap pemerintah membenahi penyaluran TPG itu. Nominal TPG yang dicairkan sebaiknya tidak dipukul rata. 

Sebab pada prakteknya ada guru yang mengajar dengan bagus dan ada yang seenaknya. 
Pengukuran kinerja guru-guru sasaran TPG itu harus dilakukan, supaya anggaran TPG tidak menguap tanpa hasil efektif. 
Sumber; jpnn.com
Demikian kami sampaikan pengamat pendidikan bahwa TPG hanya Memperkaya Guru.

6 Responses to "Pengamat Pendidikan Menilai TPG Hanya Memperkaya Guru"

  1. Pengamat ngomongnya kayak kentut saja...puih

    ReplyDelete
  2. Harusnya, TPG itu diberikan untuk guru Honorer dan guru yang hanya dibayar 200 ribu/bulan, agar guru tersebut sejahtera. jangan sampai salah sasaran dalam pemberian TPG.

    ReplyDelete
  3. TPG bagu kalau tepat yang menerima.... karena tidak semua guru kinerjanya bagus, justru sebagian penerima TPG malah leha leha

    ReplyDelete
  4. itu pikiran dangkal seorang pengamat. atau jangan-jangan agen asing yang tak ingin Indonesia makin maju. kalau mau berpikir lebih dalam dan jauh, sekarang sudah banyak bukti dgn TPG banyak anak muda yang pintar mau jadi guru, dan mereka terbukti memiliki kompetensi yang lebih baik dari generasi sebelumnya. bayangkan kalau gaji guru memprihatinkan , mana ada orang pinter mengabdi dalam keprihatinan sepanjang hidup. ada sih , tapi tak banyak. sedangkan kita butuh banyak orang pinter yang mau menjadi guru. Jadi dibuatlah, profesi guru adalah profesi yang menjanjikan sehingga bisa memilih orang-orang terbaik untuk menjadi guru.

    ReplyDelete
  5. pengamat itu tidak benar.
    yang benar , dengan TPG banyak generasi muda yang berkompetensi tinggi berminat menjadi guru.
    pada masa lalu rata-rata peminat menjadi guru bukan dari kelompok kompetensi yang tinggi.

    ReplyDelete
  6. pendidikan semakin tidak bermutu: bervokus pada uang bukan pada tugas mendidik

    ReplyDelete