Indra: Pemerintah Akan Sia-Sia Saja Jika Gaji Guru Honorer 3 Juta?


Assalamualaikum wr..wb
Salam sejahtera buat kita semua!.

Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji. mengatakan bahwa sia-sia saja jika pemerintah menggaji Guru Honorer dengan gaji 3 juta karena kemampuan Para Guru baik itu PNS dan Honorer masih banyak dibawah standar. Berikut penjelasan lengkapnya !!!

Upaya Komisi X DPR RI untuk meningkatkan gaji guru honorer hingga Rp 3 juta ditanggapi biasa oleh pengamat dan praktisi pendidikan abad 21, Indra Charismiadji. 
Menurut dia, itu hanya sekadar janji-janji politisi untuk menarik simpati guru honorer yang tersebar di seluruh Tanah Air.
"Bagi saya, gaji Rp 3 juta yang dijanjikan pimpinan Komisi X DPR hanya bahasa politis. Belum tentu direalisasikan," ujar Indra, Minggu (8/5).
Keraguan Indra lantaran‎ kualitas guru honorer banyak di bawah rata-rata. Bila negara menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk menggaji guru honorer, hanya sia-sia saja. 
Ini dilihat dari hasil uji kompetensi guru (UKG) baik guru PNS maupun honorer. Dari tiga juta guru yang dites UKG, tidak sampai 10 persen yang nilainya di atas 80.
"Daripada ‎menggaji guru honorer yang kualitasnya rendah, lebih baik pemerintah menyiapkan tenaga pendidik yang berkompetensi tinggi. Ada 5,5 juta calon guru muda yang bisa memenuhi kebutuhan pendidikan di Indonesia," bebernya.
‎Sebelumnya Pimpinan Komisi X DPR Utut Adianto berjanji memperjuangkan agar gaji honorer bisa Rp 3 juta per bulan.‎ Menurut politikus F-PDIP ini, pihaknya sudah membuat simulasi gaji guru honorer Rp 3 juta per bulan. Total dana yang dibutuhkan sekitar Rp 29 triliun untuk 860 ribu guru.
Dia menyebutkan, selama ini DAU pendidikan Rp 142‎ triliun sebagian besar (Rp 140 triliun) habis untuk membayar gaji guru PNS. Sementara guru honorer tidak masuk alokasi dana pendidikan sehingga gajinya dibayar sesuka hati.
Politikus Fraksi PDIP ‎ini menambahkan, ada dana taktis Rp 15 triliun yang sebenarnya bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah honorer K2. Hanya saja masalah ini akan dibahas kembali dengan Mendikbud Anies Baswedan.
Sumber: jpnn.com
Demikian kritikan yang dilontarkan oleh pengamat pendidikan indra charismiadji bahwa sia-sia gaji guru honorer jika sampai 3 juta karena masih banyak yang dibawah standar!

3 Responses to "Indra: Pemerintah Akan Sia-Sia Saja Jika Gaji Guru Honorer 3 Juta?"

  1. sia-sia, memang dengan hasil UKG rendah kompetensi guru nya juga rendah, lalu kalau UKG nya nilai nya tinggi guru nya profesional, UKG kemarin aja banyak yang guru nyontek dengan teman sebelah nya, UKG nya soal nya ada yang bocorlah dsb kata nya, saya didik oleh guru saya tahun 1988 tidak ada yang namanya UKG tahun 1988 tapi guru2 saya menghasilkan peserta didik dokter, kerja di DPD sampai ada yang hidup dan menetap di luar negeri, menghasilkan peserta didik yang bergelar sarjana di segala bidang, jadi gak jamin UKG bagus guru itu bagus dan gak jamin juga guru yang UKG nya jelek guru itu jelek, pintar pedagogik dsb itu guru, banyak yang terjun ke lapangan gak bisa hadapi siswa/i jadi tolong jgn melihat sebelah mata guru itu dari hasil UKG nya saja pikiran itu terlalu picik pak biar bagaimana pun UKG itu gak menjamin guru itu profesional semua tergantung dari panggilan kalau memang kita mengabdi untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang maju diatas pohon pun kita bisa mengajar, diatas gunung pun kita bisa mengajar banyak yang berhasil menghantarkan peserta didik yang brilian, jadi tolak ukur guru itu profesional bukan dari nilai UKG nya pak ...

    ReplyDelete
  2. Nilai UKG bukan dasar untuk menilai guru itu baik atau buruk,,, survei kesekolah" pak kalo mau koment, jgn cuma lihat data,,, kami disini mengajar sepenuh hati n sekuat kemampuan, bukan seenaknya dan seadanya,,, kami tidak pernah ngeluh akan gaji atau tunjangan, tp manusiawi atau tidak kah bapak memberikan koment dan berpandangan seperti itu. Intinya UKG bukan data dasar untuk menilai KEMAMPUAN GURU.

    ReplyDelete
  3. Mangga cobian janten guru Pak, tapi tong sadinten Pak, minimal 1 semester.

    ReplyDelete