Wacana Penambahan hari Kerja PNS Sabtu dan Minggu Dalam Pemerintahaan Jokowi-JK

Assalamualaikum wr..wb
Salam sejahtera buat kita semua.

Baru-baru ini kami menghadirkan berita mengenai rencana beberapa daerah untuk mewajibkan PNSnya masuk pada hari sabtu. Berikut ini berita terbaru mengenai wacana yang muncul pada era pemerintahan Jokowi/JK mengenai hari kerja PNS ditambah dengan hari Sabtu dan Minggu.

Munculnya Wacana PNS wajib bekerja tujuh hari seminggu di era pemerintahan baru Jokowi-JK mulai marak diperbincangkan dan diperdebatkan diberbagai media. Hal ini mencuat setelah  Garda bangsa yang merupakan organisasi sayap PKB. Mengusulkan hal tersebut kerumah transisi pemerinthaan yang dibentuk Jokowi-JK dan usulan ini tentu mendapat perhatian dan pertimbangan dari Jokowi-Jk karena seperti diketahui secara bersama PKB meupakan sala satu partai yang mengusung pasangan Jokowi-JK dalam memenangi pilpres 9 juli 2014 lalu.
Seperti Dikatakan Wakil Ketua Umum Garda Bangsa Anas Nasihin  dikutip Kompas, “Menurut gagasan kami, reformasi birokrasi diperlukan. Bukan hanya struktur, melainkan juga irama kerja. Kami usulkan kalau mungkin, agar terjadi bahwa pemerintah responsif, pemerintah bisa bekerja tujuh hari dalam satu minggu, tidak ada hari libur.”
Pengusulan ini tentu menimbulkan beragam pendapat dan alasan  antara kelompok  yang pro dan yang kontra menaggapi wacana penambahan hari kerja bagi kalangan pegawai Negeri sipil di Indonesia yaitu hari sabtu dan minggu.
Dari kalangan Pro tentang penambahan Hari Kerja PNS Sabtu dan Minggu  berpendapat:
Pertama.Pelayanan lebih efektif dan Cepat. Menurut kalangan pro penambahan hari kerja sabtu/minggu bagi PNS akan bisa menciptakan pelayanan yang efektif dan cepat kemasyarakat hal ini disebabkan oleh bertambahnya hari pelayanan atau jam kerja pegawai . dan jika dulunya pelayanan akan berakhir pada hari jumat maka penambahan hari kerja sabtu atau minggu dapat dipastikan roda birokrasi untuk melayani masyarakat akan terus berjalan dan tentunya semua masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kapanpun dia mau dengan bertambahnya hari kerja PNS ini. Disisi lain proses birokrasi akan berjalan cepat karena jika dulu pelayanan kadang terhambat dan berakhir pada hari jumat maka penambahan hari kerja sabtu atau minggu dianggap akan mampu menyelesaikan semua pekerjaan yang menumpuk.
Kedua, Penambahan Hari kerja sabtu-Minggu dianggap akan mampu mempercepar Tujuan Reformasi Birokrasi disegala bidang dan akan menjadi pemicu untuk berkinerja tinggi bagi Aparatur sipil negara.
Ketiga,Penambahan Hari kerja sabtu atau minggu akan mampu mengurai kemcetan dijalan raya yang biasa terjadi pada hari-hari lainnya khususnya dihari senin.
Keempat, penambahan hari kerja PNS sabtu dan atau minggu memang sudah seharusnya dilakukan karena PNS adalah pelayan masyarakat karena itu kapanpun masyarakat mau dilayani bisa dengan segera mendapatkan pelayanan.
Dari kalangan Kontra tentang penambahan Hari Kerja PNS Sabtu dan Minggu  berpendapat:
pertama, PNS juga adalah manusia biasa karena itu mereka berhak untuk mendapatkan libur dan istirahat karena itu penambahan hari kerja sabtu dan minggu tentunya akan menghilangkan kesempatan kepada PNS untuk berlibur dan berkumpul bersama keluarganya.
Kedua,bekerja dihari sabtu atau minggu bagi PNS harus dikaji lebih dalam lagi apakah benar akan mampu menciptakan pelayanan yang efektif.
Ketiga , penambahan hari kerja sabtu minggu akan membuat PNS tidak memiliki Hak untuk libur dan bekerja selama tujuh hari dan akan sangat melelahkan sekali bagi PNS.jika kita bandingkan dengan negara lain seperti Malaysia mereka tetap memberikan hak libur bagi PNS dalam seminggu dinegara tersebut.
Dari berbagai pendapat diatas maka yang pendapat yang paling demokratis adalah penambahan hari kerja PNS dihari sabtu saja dan hari minggu  dijadikan hari libur bagi PNS jadi hari kerja PNS dalam memberikan pelayanan adalah 6 hari.atau sebaliknya hari libur kerja dipindahkan kehari jumat sehingga hari kerja PNS Mulai Sabtu Hingga Kamis(6 Hari Kerja).
Apapun kebijakan yang diambil pemerintah harus benar-benar berpihak pada rakyat bukan kepentingan politik saja.

3 Responses to "Wacana Penambahan hari Kerja PNS Sabtu dan Minggu Dalam Pemerintahaan Jokowi-JK"

  1. ya gak masalah, untuk menyeimbangkan porsi kerja diberikan rooster kerja, 2bulan off 2 minggu.
    kalo cuman dapat cuti tahunan ya membunuh namanya.

    ReplyDelete
  2. Cukup 5 hari saja. Yang Muslim liburkan Jumat, Sabtu masuk tak apa. Begitu juga agama lain. Liburkan 1 hari ketika ibadah rutin mingguannya di Sabtu atau minggu. Jangan dibuat ngoyo. Dari 7 hari, 5 hari kerja, 1 hari ibadah dan 1 hari libur.

    ReplyDelete
  3. Percuma..... meskipun 7 hari kerja atau 5 hari kerja, kalo PNSnya masih banyak yang gaptek dan mereka masih mengandalkan yang "TENAGA SUKWAN". iya kalo mereka dibayar sesuai dengan kerjanya... kadang mereka gak dibayar.... kalopun dibayar kadang hanya cukup beli sabun aja... kasian. Mending PNS yang gak mau maju diberhentikan saja...
    Hanya kalo ada kabar kenaikan gaji, Gaji 13, atau gaji apalah... mereka selalu tanya2 kapan akan cair... Dasar PNS mata duitan...

    ReplyDelete