Penting!!! PNS Harus Kuasai Ini, Agar Tak Dirasionalisasi Oleh Menpan-RB


Assalamualaikum wr...wb
Salam sejahtera buat kita semua.

Informasi ini terkait yang harus untuk diketahui dan dipelajari Oleh PNS agar tidak terkena rasionalisasi.

Sebanyak 1,391 juta PNS yang berada di jabatan fungsional umum (JFU) jadi target penataan aparatur sipil negara (ASN). Mereka harus melalui serangkaian tes untuk mengetahui layak atau tidaknya dipertahankan sebagai PNS.

Menurut‎ Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Setiawan Wangsaatmaja, ada beberapa alat yang digunakan untuk menyaring PNS yang masuk daftar rasionalisasi.

Yaitu tes aplikasi komputer untuk mengolah data dan menulis dokumen, tes kemampuan berbahasa dan kemampuan memberikan pelayanan, serta tes kompetensi teknis sesuai bidang JFU yang akan dipertahankan.

"Jadi ada tiga indikator utama yang digunakan dalam menyaring PNS layak tidaknya dipertahankan, ditingkatkan kompetensi. Yaitu komputer, bahasa Inggris, dan bidang," ujar‎ Setiawan, Sabtu (12/3).

Bobot terbesar adalah tes kompetensi bidang sebanyak 50 persen. Sedangkan  komputer dan bahasa Inggris masing-masing sebesar 35 serta 15 persen.‎ "Untuk masuk dalam kuadran aman, setiap PNS harus mendapatkan hasil skor 80-100,‎" ucapnya.

Dia menambahkan, tes yang dilakukan tidak seperti ujian masuk CPNS. Kemampuan berbahasa dan pengusaan IT jadi indikator penilaian karena disesuaikan dengan era globalisasi.

Sumber: jpnn.com
Demikian informasi ini semoga bermanfaat bagi PNS agar tidak terkena rasionalisasi PNS yang diwacanakan oleh Menpan-RB

1 Response to "Penting!!! PNS Harus Kuasai Ini, Agar Tak Dirasionalisasi Oleh Menpan-RB"

  1. tes kompetensi itu nomor belakangan, yang paling penting tes psikologinya dulu : males apa nggak, mental korupsi apa nggak, tulus apa nggak melayani masy, dst. ini yang disasar lulusan sma ke bwh. kalo mereka jujur dan rajin jelas lebih layak ditingkatkan kompetensinya dibanding pejabat golongan tinggi lulusan univ hebat tapi mentalnya ancur..

    ReplyDelete