DPR: Honorer K2 Tetap Akan Diangkat Jadi CPNS Karena Sudah Disepakati Bersama!

Assalamualaikum wr..wb
Salam Sejahtera Buat kita semua

Nasip #Honorer K2 masih tanda tanya karena Menteri PAN-RB yang telah menjajikan akan mengangkat Guru Honorer K2 menjadi CPNS 2016 ini masih belum memberikan pernyataan secara resmi akan membatalkan atau tetap akan mengangkat.

Namun, dari pihak DPR mengatakan bahwa akan tetap memperjuangkan akan mengangkat Honorer K2 menjadi CPNS tahun ini meskipun terkendala Anggaran untuk Gaji.

Berikut Peryataan Dukungan DPR terhadap Pengangkatan Honorer K2 menjadi CPNS.

DPR menyerahkan sepenuhnya urusan penerimaan CPNS jalur umum kepada pemerintah. Jika memang tahun ini tidak ada penerimaan CPNS dari jalur umum dengan pertimbangan jumlah PNS sudah membeludak dan beban keuangan negara berat, DPR bisa memaklumi.

Hanya saja, untuk tenaga honorer kategori dua (K2), tetap harus diangkat menjadi CPNS. Ketua Komisi II DPR Rambe Kamarulzaman mengatakan, pengangkatan honorer K2 tidak boleh dibatalkan karena itu sudah dijanjikan pemerintah.

“Katanya jumlah PNS sudah kebanyakan sehingga penerimaan dari jalur umum tidak dilakukan. Oke, tapi honorer harus diselesaikan,” tegas Rambe kepada JPNN kemarin (7/1).

Politikus senior Partai Golkar itu mengatakan, pengangkatan honorer K2 itu sudah disepakati dalam rapat komisi bidang pemerintahan yang dipimpinnya dengan Menpan-RB Yuddy Chrisnandi beberapa waktu lalu.

“Jadi, itu sudah disepakati akan diangkat secara bertahap mulai 2016 hingga 2019,” ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, selama masa reses ini, dirinya berkunjung ke sejumlah daerah di Sumut. Aspirasi yang dia tangkap dari para honorer K2, mereka meminta pemerintah menepati janji mengangkat mereka menjadi CPNS. “Saya kemarin ke Parapat, aspirasi mengenai honorer K2 ini muncul, juga di beberapa daerah lainnya,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Yuddy memang sempat menjanjikan pengangkatan  439.956 honorer K2 secara bertahap. Hanya saja, sikapnya berubah lagi, dengan alasan anggaran untuk gaji honorer K2 jika diangkat menjadi CPNS, tidak masuk dalam APBN 2016.

Rambe pernah mengatakan, peluang itu masih ada karena anggaran bisa diperjuangkan lagi masuk di APBN Perubahan 2016.

Menyikapi alasan ketidaksiapan anggaran itu, Ketua Umum Pegurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Sulistyo bahkan pernah mengatakan, honorer K2 siap digaji belakangan tatkala keuangan negara sudah mapan. Yang terpenting saat ini, angkat dulu honorer K2 menjadi CPNS.

”Kalau tidak ada anggaran di APBN, guru honorer bersedia untuk diangkat dulu, digaji belakangan. Tapi, mereka berharap akan ada APBN Perubahan yang menganggarkan gaji dan tunjangan mereka,” ujar Sulistyo beberapa waktu lalu.

Alasan dia, data di lapangan, khususnya di daerah, ada sekolah yang jumlah guru honorernya jauh lebih besar dari PNS guru. Sulis menyebut semisal di Cirebon dan Malimping, Banten.

”Di sana yang PNS cuma kepala sekolahnya saja. Sisanya yang mengajar adalah guru honorer. Itu berarti kita masih kekurangan guru. Guru honorer dibutuhkan tapi kesejahteraannya tidak diperhatikan,” paparnya.

Sumber: JPNN.COM

Demikian berita mengenai #DPR yang mendukung pengangkatan #honorer k2 tetap akan dilakukan karena sudah disepakati bersama antara DPR dengan MENPAN-RB dan Kemendikbu

1 Response to "DPR: Honorer K2 Tetap Akan Diangkat Jadi CPNS Karena Sudah Disepakati Bersama!"

  1. Knpa banyak guru honorer di daerah? Karena guru yg PNS bertumpuk di kota (kota besar) dan tak ada yg mau di pindahkan ke daerah apa lagi daerah yg terpencil,alsnnya bermacam". Ada yg bilg di daerah jaringan tdk ada,ada yg bilg tdk bsa jauh dri kluarga,dll. Klo bgtu untuk apa jadi PNS jika tdk mau di pindah tugaskan ke daerah terpencil?
    Tolong pemerintah tegas menyikapi.trima ksh

    ReplyDelete