Gawaaat!!! MEA Berlaku 2016, Guru Tidak Bisa Bahasa Inggris Bisa Tergeser Guru Asing

ilustrasi tenaga pengajar Luar negeri di Indonesia
Assalamualaikum wr..wb
Salam sejahtera, Berikut kabar terupdate kami hadirkan untuk anda yang kami lansir dari harianterbit.com mengenai MEA (masyarakat Ekonomi Asean) yang akan berlaku pada tahun 2016 ini. Semua bidang tidak terkecuali pendidikan akan terpengaruh dengan adanya MEA ini.

Berlakunya MEA akan berdampak pada Guru-guru yang berkinerja rendah bahkan tidak menutup kemungkinan Guru-guru yang mempuyai skill tinggi dari negara asean lainnya akan semakin banyak yang masuk kenegara kita. Oleh karena itu waspadalah guru yang tidak bisa bahasa inggris anda bisa tergeser guru asing.

Para guru di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, diminta terus meningkatkan kemampuan, khususnya penguasaan bahasa Inggris dalam menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2016.

"MEA yang akan berlaku pada awal 2016 jangan dianggap remeh. MEA juga ancaman bagi guru dan yang tidak punya kompetensi dan kinerja akan tergeser," jelas Penjabat Wali Kota Samarinda  yang akrab disapa Meiliana , seperti dikutip dari situs antara, Minggu (13/12/2015).

Menurut Meiliana, salah satu upaya peningkatkan kinerja guru adalah melalui kemampuan berbahasa Inggris yang baik.

Gawat bagi guru yang tidak bisa bahasa inggris bisa kalah saing dengan Guru dari negara tetangga.

"Suka atau tidak, ini harus dilakukan untuk menghadapi MEA. Tidak kompeten dan kinerja jelek, akan tergeser. Sama halnya dengan PNS yang kinerjanya buruk dan tidak memiliki kompetensi, akan dipecat sesuai Undang-Undang Aparatur Sipil Negara," ujarnya.

Meiliana menyebutkan sudah ada beberapa dokter dari luar negeri yang mulai masuk di Kaltim.

"Saya juga baca, di luar Kaltim ada guru Vietnam sudah masuk Indonesia. Bahkan, ada juga perawat, 'baby sister' dan mungkin pembantu. Kita tidak bisa menghalangi mereka dan tentunya yang akan dilihatnya Kaltim, karena dianggap daerah kaya," ungkap Meiliana lebih lanjut.

Ia kemudian meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda Asli Nuryadin agar mengirim secara bertahap pada guru mengikuti program bahasa Inggris di Kampung Bahasa Inggris Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

"Kami meminta kepada Ibu Sri Puji Astuti, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, agar dapat memperjuangkan program tersebut di dewan. Program ini sangat penting dan tidak bisa ditunda-tunda," tambahnya.

Menurut Meiliana, guru harus diperkuat dengan kemampuan bahasa asing, terutama Inggris, dalam menyikapi pemberlakukan MEA.

"Jelas, mereka pasti membidik Kaltim, karena insentif guru di sini tinggi," katanya Meiliana juga menyarankan agar para guru diajarkan "publik speaking" atau kemampuan berbicara di depan umum.

"Kemampuan public speaking ini memang hal yang kecil, tetapi sangat menentukan. Ini penting karena guru adalah panutan. Apa yang disampaikan dan diajarkan, murid akan mematuhi," pungkasnya.


Demikian berita mengenai Pemberlakuan MEA 2016 yang akan berdampak pada para Guru yang tidak bisa berbahasa inggris akan di geser oleh guru asing.

1 Response to "Gawaaat!!! MEA Berlaku 2016, Guru Tidak Bisa Bahasa Inggris Bisa Tergeser Guru Asing"

  1. Jual saja ke pihak asing sekalian pendidikan anak indonesia..

    ReplyDelete