PGRI Keberatan Hasil UKG Dipublikasikan,Setujukah Anda?


Beritapendidikan.tk- Demi kenyamanan bersama maka PGRI menolak jika hasil UKG dipublikasikan. Ketua Umum PB PGRI Sulistiyo menyarankan agar Ujian Kompetensi Guru (UKG) tidak dipublikasikan. Hasil UKG sebaiknya hanya disampaikan kepada pihak yang berkepentingan seperti  kepala sekolah. 

"Kalau seorang guru hasil UKG nilainya 32 dan diketahui orangtua murid maka akan mengurangi kepercayaan orangtua murid kepada guru. Ini juga akan  mempermalukan guru itu sendiri," katanya, Rabu, (21/10).

Padahal, ujar Sulistiyo, UKG tidak menentukan tingkat kualitas seorang guru. Kepribadian seorang guru sulit diuji menggunakan tes UKG. Apalagi, sekarang guru honorer akan diwajibkan mengikuti UKG. Menurutnya hal ini patut dipertanyakan sebab selama ini guru honorer tidak pernah mengikuti pelatihan dan pembinaan. 

Apalagi, terang dia, UKG tidak mampu menggambarkan kemampuan guru secara utuh. UKG tak bisa digunakan untuk menguji kepribadian guru sebab yang diujikan hanya kemampuan pedagogik dan profesionalitas saja. Padahal, dua hal itu sangat mempengaruhi kinerja guru. 

Di Kecamatan Suruh, Semarang, terang dia, ada seorang guru yang cara mengajarnya bagus dan murid-murid senang kalau dia yang mengajar. Masyarakat sekitar juga menghargai guru tersebut karena berdedikasi dan rajin. Namun, sayang guru tersebut hasil UKG-nya rendah. 

"Guru honorer hanya dibayar dua ratus sampai tiga ratus ribu, sangat minim, tidak manusiawi. Guru honorer juga tak pernah diberi pelatihan, mengapa tiba-tiba mau disuruh ikut UKG," katanya.
Demikian berita yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat. Silahkan like fanspage kami untuk mendapatkan berita seputar Guru dan UKG dari tim redaksi kami ==>>like disini

2 Responses to "PGRI Keberatan Hasil UKG Dipublikasikan,Setujukah Anda?"

  1. kalo mau jujur yg namanya ujian kompetensi guru (UKG) hanya akal2an diknas saja buathabisin anggaran maklum setiap th ada kenaikan jumlahnya krn sdh dipatok 20% dr apbn sementara daya serap terbatas krn seklah gak setiap th hrs renovasi jg penggantian (bangku meja) jg gak hrs tiap th sampai2 ada di bbrp sekolah didaerah sengaja dibelikan (drop) ac bbrp unit eeeh ternyata kapasitas listrik tdk memadai shgg hrs tambah daya (watt) itu semua krn over dosis dana yg disediakan dr apbn shgg bingung menghabiskannya

    ReplyDelete
  2. mana ada sih guru2 yg kompeten skrg ini ?? mrk yg datang ke bandung katanya UKG tapi kenyataan hanya sosialisasi bukan ujian kompetensi (uji kemampuan) sesuai bidang (mat, ipa, ips, bi dll) krn semua jurusan digabung jadi satu oleh penyelenggara dari upi bandung yg jg integritasnya jg meragukan

    ReplyDelete